NAMA :
SAMSUL IMAN
NPM :
17 630 093
TUGAS 02 :
BESAR SAMPEL DAN SUMBER DATA
BESAR SAMPEL
1.
POPULASI
populasi menurut para ahli
dalam statistika adalah
sekumpulan objek yang mempunyai karakteristik yang sama yang menjadi objek
inferensia. Perlu diketahui bahwa pengertian populasi terbagi menjadi dua yaitu
pengertian populasi dalam statistika dan pengertian populasi dalam ilmu
Biologi. Sebenarnya pengertiannya sama hanya saja sedikit dibedakan dalam
menjelaskan subyeknya, maun intinya tetap sama yaitu populasi sebagai kumpulan
individu atau elemen. Dalam statistika populasi juga dipandang sebagai
sekelompok elemen-elemen atau individu di dalam suatu area tertentu baik
bersifat nyata maupun imajiner.
Populasi dibedakan menjadi dua berdasarkan ukuran
populasinya, yaitu populasi dengan ukuran terbatas bisa di hitung
elemennya (finite) dan populasi yang tidak dapat dihitung keseluruhan elemennya (infinite).
2.
Metode Slovin
Pertanyaan dalam seringkali diajukan dalam metode
pengambilan sampel adalah berapa jumlah sampel yang dibutuhkan dalam
penelitian. Sampel yang terlalu kecil dapat menyebabkan penelitian tidak dapat
menggambarkan kondisi populasi yang sesungguhnya. Sebaliknya, sampel yang
terlalu besar dapat mengakibatkan pemborosan biaya penelitian. Salah satu
metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus
Slovin (Sevilla et. al., 1960:182), sebagai berikut:
dimana
n: jumlah
sampel
N: jumlah populasi
e: batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Untuk menggunakan rumus ini, pertama ditentukan berapa
batas toleransi kesalahan. Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan
persentase. Semakin kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel
menggambarkan populasi. Misalnya, penelitian dengan batas kesalahan 5% berarti
memiliki tingkat akurasi 95%. Penelitian dengan batas kesalahan 2% memiliki
tingkat akurasi 98%. Dengan jumlah populasi yang sama, semakin kecil toleransi
kesalahan, semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.
Contoh:
Sebuah perusahaan memiliki 1000 karyawan, dan akan
dilakukan survei dengan mengambil sampel. Berapa sampel yang dibutuhkan apabila
batas toleransi kesalahan 5%.
Dengan menggunakan rumus Slovin:
n =
N / ( 1 + N e² ) = 1000 / (1 + 1000 x 0,05²) = 285,71 » 286.
1.
Definisi Data
Data
adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan
adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf,
angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan
sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Informasi merupakan hasil
pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan
bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk
menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap
sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi
penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun
pemrosesan data.
Data bisa merupakan jam
kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah
menjadi informasi. Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan
nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran
penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan
rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan
informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data
yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan
membuka segala sesuatu yang belum diketahui.
B. Jenis Data
Jenis-jenis data dapat dibagi berdasarkan sifatnya,
sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya. Menurut sifatnya,
jenis-jenis data yaitu:
·
Data Kualitatif: data
kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner
Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau
gaya kepemimpinan, dll.
·
Data Kuantitatif: data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya:
harga saham, besarnya pendapatan, dll.
Jenis-jenis data menurut sumbernya, antara lain:
·
Data Internal: data
intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan
organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah
modalnya, atau jumlah produksinya, dll.
·
Data Eksternal: data
eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan
faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya:
daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
Jenis-jenis data menurut cara memperolehnya, antara
lain:
·
Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh
perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk
kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.
·
Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah
data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau
yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung
berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.
Jenis-jenis data menurut
waktu pengumpulannya, antara lain:
·
Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a
point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut.
Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner.
·
Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk
melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya,
perkembangan uang beredar, harga 9 macam bahan pokok penduduk.
C. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan
faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana
cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data
diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data
diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang
dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat
diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes,
dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang
digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen
dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman
wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa
digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada
orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data
melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar
di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan
angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip
penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor
antara lain :
·
Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan
ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
·
Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan
kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh
istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa
Inggris, dsb.
·
Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau
terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan
jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban
yang disediakan.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data
yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun
juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,
kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari
perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden
yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat
dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi
mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala
sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non
Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung
dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga,
seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat
berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan
memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar
tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara
lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data
maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya
dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara
pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat
diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak
terstruktur.
1.
Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui
dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar
pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan
alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu
kelancaran wawancara.
2.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu
peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan
diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin
digali dari responden.
D. Variabel dalam Penelitian
Istilah variabel dapat diartikan bermacam – macam.
Dalam tulisan ini variable diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering
pula dinyatakan variabeL penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan
dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Kalau ada
pertanyaan tentang apa yang akan di teliti, maka jawabannya berkenaan dengan
variabel penelitian. Jadi variabel
penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Secara teoritis
variabel dapat didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang
mempunyai “Variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan
objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981).
Dinamakan variabel karena ada variasinya.
Menurut Y.W Best yang disebut variabel penelitian
adalah kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti
dimanupulasikan, dikontrol atau dioservasi dalam suatu penelitian. Sedang
Direktorat Pendidikan Tinggii Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud
variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan
penelitian. Dari kedua pengerian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel
penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala
yang kan diteliti.
Apa yang merupakan variabel dalam sesuatu penelitian
ditentikan oleh landasan teoritisnya, dan ditegaskan oleh hipotesis penelitian.
Karena itu apabila landasan teoritisnya berbeda, variabel-variebel
penelitiannya juga akan berbeda. Jumlah variabel yang dijadikan objek
pengamatan akan ditentukan oleh sofistikasi rancangan penelitiannya. Makin
sederhana sesuatu rancangan penelitian, akan melibatkan variabel-variabel yang
makin sedikit jumlahnya, dan sebaliknya.
Berkaitan dengan proses kuantifikasi data biasa
digolongkan menjadi 4 jenis yaitu:
1.
Variabel Nominal, yaitu variabel yang ditetapkan
berdasar atas proses penggolongan; variabel ini bersifat diskret dan saling
pilah (mutually exclusive)
antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis kelamin, status
perkawinan, jenis pekerjaan
2.
Variabel Ordinal, yaitu variabel yang disusun
berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu. Jenjang tertinggi biasa diberi
angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu di bawahnya di beri angka 3
dan seterusnya. (ranking)
3.
Variabel Interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari
pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasaumsikan terdapat satuan (unit)
pengukuran yang sama. Contoh: variabel interval misalnya prestasi belajar,
sikap terhadap sesuatu program dinyatakan dalam skor, penghasilan dan sebagainya.
4.
Variabel ratio, adalah variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai
nol mutlak. (Drs. Sumadi
Suryabrata .Metologi Penelitian. Hal. 26-27)
Menurut Fungsinya variabel dapat dibedakan :
a). Variabel
Tergantung (Dependent Variabel)
Yaitu kondisi atau karakteristik yang berubah atau
muncul ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel
bebas.
Menurut fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh
variabel lain, karenanya juga sering disebut variabel yang dipengaruhi atau
variabel terpengaruhi.
Variabel ini
sering disebut sebagai variabel output,
Kriteria, Konsekuen. Atau dalam bahasa Indonesia sering disebut
Variabel terikat. Dalam SEM (Structural
Equation Modeling) variabel dependen disebut variabel
Indogen.*
b). Variabel
Bebas ( Independent
Variabel)
Adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik
yang oleh peneliti dimanipulasi dalam rangka untuk menerangkan
hubungannya dengan fenomena yang diobservasi.
Karena fungsi ini sering disebut variabel pengaruh,
sebab berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh
terhadap variabel lain.
Variabel ini
juga sering disebut sebgai variabel Stimulus, Prediktor, antecendent. Dalam SEM(Structural Equation
Modeling) variabel independen disebut variabel eksogen.
c). Variabel Intervening
Variabel intervenig adalah variabel yang secara
teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan Variabel
dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan
diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara
variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung
mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
Variabel Intervening juga merupakan variabel yang
berfungsi menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lain. Hubungan itu
dapat menyangkut sebab akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh.
d). Variabel Moderator
Dalam mengidentifikasi variabel moderator dimaksud
adalah variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta
meperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung.
e). Variabel kendali
Yaitu yang membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai
variabel mederator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel
lain terutama berkaitan dengan variabel moderator jadi juga seperti
variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel
tergantung
f). Variabel Rambang
Berlainan
dengan variabel bebas, yaitu fungsinya sangat diperhatikan dalam penelitian.
Variabel rambang yaitu variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya
hampir tidak diperhatikan terhadap variabel bebas maupun tergantung. (Drs.Colid Narbuko,Drs.H
Abu Achmadi.2004.Metode Penelitian.
Jakarta:Bumi Aksara Hal.119-120)
Sesungguhnya yang dikemukakan di dalam inti penelitian
ilmiah adalah mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang
paling dasar adalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel
terikat ( Independent variabel dengan dengan dependent variabel).
a. Hubungan Simetris
Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan simetris
apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel
lainnya. Terdapat 4 kelompok hubungan simetris :
1). Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep
yang sama.
2). Kedua variabel merupakan akibat daru suatu faktor
yang sama.
3). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional,
dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana.
4). Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
b. Hubungan Timbal
Balik
Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu
variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Perlu diketahui
bahwa hubungan timbal balik bukanlah hubungan, dimana tidak dapat ditentukan
variabel yang menjadi sebab dan variabel yang menjadi akibat.
c. Hubungan Asimetris
(tidak simetri)
Satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel yang
lainnya. Ada enam tipe hubungan tidak simetris, yakni :
1). Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang
demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan
oleh para ahli.
2). Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi
adalah kecenderungan untuk menunjukkkan respons tertentu dalam situasi
tertentu. Bila “Stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan
“Disposisi” berada dalam diri seseorang.
3). Hubungan antara diri indiviidu dan disposisi atau
tingkah laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yag relatif tidak
berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.
4). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat
tertentu.
5). Hubungan Imanen antara dua variabel.
6). Hubungan
antara tujuan (ends) dan
cara (means)

No comments:
Post a Comment