NAMA :
ENDANG PRATIWI RAUSY
NPM :
117 630 121
TUGAS 02 : STATISTIK/PROBABILITAS
BESAR SAMPEL DAN SUMBER DATA
1.
Besar Sampel
Ukuran sampel (sample size) adalah banyaknya
individu, subyek atau elemen dari populasi yang diambil sebagai sampel. Jika ukuran sampel yang di ambil
terlalu besar atau terlalu kecil maka akan menjadi masalah dalam penelitian
itu.
Menentukan ukuran sampel penelitian
merupakan bagian terpenting yang harus dilakukan oleh setiap peneliti yang
menggunakan metode survey.Sampel merupakan cerminan atau gambaran populasi
sehingga apabila salah mengambil sampel atau ukuran sampel tidak memenuhi
syarat maka pendugaan parameter populsi dianggap tidak valid sehingga dapat
berdampak pada kesalahan mendeskripsikan dan menginterpretasikan gambaaran dan karakter
populasi.
Menentukan
ukuran sampel penelitian tidak semudah yang dibayangkan pengambilan sampel
tidak dapat digenerasilir berdasarkan ukuran populasi satu dan populasi
lainnya.Terdapat banayk sekali factor yang menentukan ukuran suatu sampel penelitian.
Misalnya homogenetas elemaen populasi dan motode analisa yang akan digunakan
adalah factor sangat menentukan ukuran sampel penelitigan yang diambil
Untuk
itu kita perlu melakuakan reset mengenai ukuran sampel yang akan digunakan
sebagai sampel dalam penelitian. Karena tidak memungkinkanuntuk melakukan
riset.Sehingga diharapkan para peneliti untuk melakukan tinjauan pustaka atau
mencari literatur-literatu valid dari penelitian-penelitan sebelumnya.
1.
Ukuran
sampel dengan teori slovin (1960)
Salah
satu literature yang paling banyak digunakan adalah penentuan ukuran sampel
menggunkan rumus slovin yaitu :
Keterangan
: n = Besar sampel yang
N =
ukuran populasi atau jumlah eleman dalam populasi
e =
nilai presisi atau tingkat signifikansi yang ditentukan. Umumnya dalam
penelitian tingkat singnifikasnsi ditentukan sebagai 95% atau 0.05.
contoh :
Misalkan satu populasi si
berukuran Rp. 1.000 eleman/anggota.Akan dilakuka survey dengan mengambil beberapa
sampelm menggunkan rumus slovin. Mata perhitungan sederhana dalam menentukan
jumlah sampel beberapa sampel adalah sebagai berikut :
Diketahui :
N =
1.000 orang
e =
dengan tingkat signifikansi sebesar 95% atau 0,05
Maka :
n =
1.0001+1000 X0.052 = 285,
n =
286
karena
sampel kita harus berupa angka bulat dan orang, maka kita lakukan pembulataan
mengikuti aturan pembulatan standar yaitu, apabila ≥ 0,5 maka kita bulatkan ke
atas dan sebaliknya
2.
Definisi Data
Data adalah sesuatu yang belum
mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu
pengolahan.Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka,
matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai
bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Informasi merupakan hasil
pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan
bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk
menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.Dalam hal ini, data bisa dianggap
sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi
penerimanya.Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun
pemrosesan data.
Data bisa merupakan jam kerja
bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi
informasi. Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai
per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran penghasilan
setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan rekapitulasi gaji yang
harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan informasi bagi pemilik
perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data yang ada, atau bisa
diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala
sesuatu yang belum diketahui.
B. Jenis Data
Jenis-jenis data dapat dibagi
berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya.
Menurut sifatnya, jenis-jenis data yaitu:
·
Data Kualitatif: data
kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan
tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya
kepemimpinan, dll.
·
Data Kuantitatif: data
kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya
pendapatan, dll.
Jenis-jenis data menurut sumbernya, antara lain:
·
Data Internal: data
intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan
organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah
modalnya, atau jumlah produksinya, dll.
·
Data Eksternal: data
eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan
faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya:
daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
Jenis-jenis data menurut cara memperolehnya, antara lain:
·
Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh
perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk
kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.
·
Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah data
yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh
studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain.
Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.
Jenis-jenis data menurut
waktu pengumpulannya, antara lain:
·
Data cross section, yaitu
data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk
menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya; data
penelitian yang menggunakan kuesioner.
·
Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk
melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya,
perkembangan uang beredar, harga 9 macam bahan pokok penduduk.
C. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian,
teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian.
Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan
apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data
adalah mengenai dari mana data diperoleh.Apakah data diperoleh dari sumber
langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data
sekunder).
Metode Pengumpulan
Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode
menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket,
wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan
Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan
data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list,
kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan
lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data
yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada
orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui
angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di
berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket
menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan
angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara
lain :
·
Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan
ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
·
Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan
responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa
Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
·
Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup.
Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika
pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang
disediakan.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang
tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga
dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,
kondisi).Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari
perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden
yang tidak terlalu besar.
Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam
kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai
bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah,
hubungan antar guru, dsb.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant
merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan
atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang
peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai
peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan
memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar
tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain :
lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun
peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya
dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara
pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat
diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak
terstruktur.
1.
Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui
dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar
pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan
alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu
kelancaran wawancara.
2.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu
peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan
diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin
digali dari responden.
D. Variabel dalam Penelitian
Istilah variabel
dapat diartikan bermacam – macam. Dalam tulisan ini variable diartikan
sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering
pula dinyatakan variabeL penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan
dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Kalau ada
pertanyaan tentang apa yang akan di teliti, maka jawabannya berkenaan dengan
variabel penelitian. Jadi variabel penelitian pada
dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulan. Secara teoritis variabel dapat
didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “Variasi”
antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981). Dinamakan variabel karena
ada variasinya.
Menurut Y.W Best yang disebut variabel penelitian adalah
kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti
dimanupulasikan, dikontrol atau dioservasi dalam suatu penelitian. Sedang
Direktorat Pendidikan Tinggii Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud
variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan
penelitian. Dari kedua pengerian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel
penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala
yang kan diteliti.
Apa yang merupakan variabel dalam sesuatu penelitian
ditentikan oleh landasan teoritisnya, dan ditegaskan oleh hipotesis penelitian.
Karena itu apabila landasan teoritisnya berbeda, variabel-variebel
penelitiannya juga akan berbeda. Jumlah variabel yang dijadikan objek
pengamatan akan ditentukan oleh sofistikasi rancangan penelitiannya. Makin
sederhana sesuatu rancangan penelitian, akan melibatkan variabel-variabel yang
makin sedikit jumlahnya, dan sebaliknya.
Berkaitan dengan proses kuantifikasi data biasa digolongkan
menjadi 4 jenis yaitu:
1. Variabel Nominal,
yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan; variabel ini
bersifat diskret dan saling pilah (mutually exclusive)
antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis kelamin, status
perkawinan, jenis pekerjaan
2. Variabel Ordinal,
yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu.
Jenjang tertinggi biasa diberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2,
lalu di bawahnya di beri angka 3 dan seterusnya. (ranking)
3.
Variabel Interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari
pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasaumsikan terdapat satuan (unit)
pengukuran yang sama. Contoh: variabel interval misalnya prestasi belajar,
sikap terhadap sesuatu program dinyatakan dalam skor, penghasilan dan
sebagainya.
4. Variabel ratio, adalah variabel yang dalam kuantifikasinya
mempunyai nol mutlak. (Drs. Sumadi Suryabrata
.Metologi Penelitian. Hal. 26-27)
Menurut Fungsinya variabel dapat dibedakan :
a). Variabel
Tergantung (Dependent Variabel)
Yaitu kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul
ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel bebas.
Menurut fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel
lain, karenanya juga sering disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel
terpengaruhi.
Variabel ini
sering disebut sebagai variabel output, Kriteria, Konsekuen.
Atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Variabel terikat. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) variabel
dependen disebut variabel Indogen.*
b). Variabel
Bebas ( Independent Variabel)
Adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang
oleh peneliti dimanipulasi dalam rangka untuk menerangkan hubungannya
dengan fenomena yang diobservasi.
Karena fungsi ini sering disebut variabel pengaruh, sebab
berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap
variabel lain.
Variabel ini juga
sering disebut sebgai variabel Stimulus, Prediktor,
antecendent. Dalam SEM(Structural Equation Modeling) variabel
independen disebut variabel eksogen.
c). Variabel Intervening
Variabel intervenig adalah variabel yang secara teoritis
mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan Variabel dependen
menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan
diukur.Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara
variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung
mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
Variabel Intervening juga merupakan variabel yang berfungsi
menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lain. Hubungan itu dapat menyangkut
sebab akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh.
d). Variabel Moderator
Dalam mengidentifikasi variabel moderator dimaksud adalah
variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta
meperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung.
e). Variabel kendali
Yaitu yang membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai
variabel mederator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel
lain terutama berkaitan dengan variabel moderator jadi juga seperti
variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel
tergantung
f). Variabel Rambang
Berlainan dengan
variabel bebas, yaitu fungsinya sangat diperhatikan dalam penelitian.Variabel
rambang yaitu variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya hampir tidak
diperhatikan terhadap variabel bebas maupun tergantung. (Drs.Colid Narbuko,Drs.H Abu Achmadi.2004.Metode Penelitian. Jakarta:Bumi Aksara Hal.119-120)
Sesungguhnya yang dikemukakan di dalam inti penelitian
ilmiah adalah mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang
paling dasar adalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel
terikat ( Independent variabel dengan dengan dependent variabel).
a. Hubungan Simetris
Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan simetris apabila
variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya.
Terdapat 4 kelompok hubungan simetris :
1). Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang
sama.
2). Kedua variabel merupakan akibat daru suatu faktor yang
sama.
3). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional,
dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana.
4). Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
b. Hubungan Timbal Balik
Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu variabel
dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Perlu diketahui bahwa
hubungan timbal balik bukanlah hubungan, dimana tidak dapat ditentukan variabel
yang menjadi sebab dan variabel yang menjadi akibat.
c. Hubungan Asimetris (tidak
simetri)
Satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel yang lainnya.
Ada enam tipe hubungan tidak simetris, yakni :
1). Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang
demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan
oleh para ahli.
2). Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah
kecenderungan untuk menunjukkkan respons tertentu dalam situasi tertentu.Bila
“Stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan “Disposisi” berada
dalam diri seseorang.
3). Hubungan antara diri indiviidu dan disposisi atau
tingkah laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yag relatif
tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.
4). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat
tertentu.
5). Hubungan Imanen antara dua variabel.
6). Hubungan antara
tujuan (ends) dan cara (means)
No comments:
Post a Comment