NAMA : RYAN ANUGERAH RMADHANI
NPM :
118 630 097
TUGAS :
STATISTIK DAN PROBABILITAS
BESAR
SAMPEL DAN SUMBER DATA
BESAR
SAMPEL
1.
POPULASI
Dalam suatu penelitian, seringkali kita tidak dapat mengamati
seluruh individu dalam suatu populasi. Hal ini dapat dikarenakan jumlah
populasi yang amat besar, cakupan wilayah penelitian yang cukup luas, atau
keterbatasan biaya penelitian. Untuk itu, kebanyakan penelitian menggunakan sampel.
Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan untuk menyimpulkan atau
menggambarkan populasi. Pemilihan sampel dengan metode yang tepat dapat
menggambarkan kondisi populasi sesungguhnya yang akurat, dan dapat menghemat
biaya penelitian secara efektif. Idealnya, sampel haruslah
benar-benar menggambarkan atau mewakili karakteristik populasi yang sebenarnya.
Sebagai contoh, dalam suatu polling (jajak pendapat) yang ingin mengetahui
berapa proporsi (persentase) pemilih yang akan memilih kandidat Bupati “X”,
membutuhkan sampel yang benar-benar mewakili kondisi demografi pemilih di
Kabupaten “X”.
Secara umum, terdapat dua pendekatan dalam metode pemilihan
sampel. Yakni probability sampling dan nonprobability sampling. Dalam
metode probability sampling, seluruh unsur (misalnya: orang, rumah
tangga) dalam suatu populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dalam
sampel. Dalam metode ini, cara pemilihan sampel harus dilakukan secara acak (random).
Demikian pula dengan jumlah sampel minimum, harus dihitung secara matematis
berdasarkan probabilitas. Sebaliknya, dalam metode nonprobability
sampling, unsur populasi yang dipilih sebagai sampel tidak memiliki
kesempatan yang sama, misalnya karena ketersediaan (contoh: orang yang sukarela
sebagai responden), atau karena dipilih peneliti secara subyektif. Sebagai
akibatnya, penelitian tersebut tidak dapat menggambarkan kondisi populasi yang
sesungguhnya.
2. Metode Slovin
Pertanyaan dalam seringkali diajukan dalam metode pengambilan
sampel adalah berapa jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian. Sampel
yang terlalu kecil dapat menyebabkan penelitian tidak dapat menggambarkan
kondisi populasi yang sesungguhnya. Sebaliknya, sampel yang terlalu besar dapat
mengakibatkan pemborosan biaya penelitian. Salah satu metode yang digunakan
untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus Slovin (Sevilla et.
al., 1960:182), sebagai berikut:
dimana
n: jumlah sampel
N: jumlah populasi
e:
batas toleransi kesalahan (error tolerance)
Untuk
menggunakan rumus ini, pertama ditentukan berapa batas toleransi kesalahan.
Batas toleransi kesalahan ini dinyatakan dengan persentase. Semakin kecil
toleransi kesalahan, semakin akurat sampel menggambarkan populasi. Misalnya,
penelitian dengan batas kesalahan 5% berarti memiliki tingkat akurasi 95%.
Penelitian dengan batas kesalahan 2% memiliki tingkat akurasi 98%. Dengan
jumlah populasi yang sama, semakin kecil toleransi kesalahan, semakin besar
jumlah sampel yang dibutuhkan.
Contoh:
Sebuah
perusahaan memiliki 1000 karyawan, dan akan dilakukan survei dengan mengambil
sampel. Berapa sampel yang dibutuhkan apabila batas toleransi kesalahan 5%.
Dengan
menggunakan rumus Slovin:
n = N / ( 1 + N e² ) =
1000 / (1 + 1000 x 0,05²) = 285,71 » 286.
SUMBER
DATA
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data
sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari
tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti
dari sumber yang sudah ada.
Contoh
data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner,
kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara
sumber.
Contoh
data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi,
gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang
diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.
1. JENIS DATA
Sumber data penelitian yaitu sumber subjek dari tempat mana data
bisa didapatkan. Jika peneliti memakai kuisioner atau wawancara didalam
pengumpulan datanya, maka sumber data itu dari responden, yakni orang yang
menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis ataupun lisan. Sumber data
berbentuk responden ini digunakan didalam penelitian.
2. BERDASARKAN TIPE PENELITIAN
Ø
Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah
data yang dapat diinput ke dalam skala pengukuran statistik. Fakta dan
fenomena dalam data ini tidak dinyatakan dalam bahasa alami, melainkan dalam
numerik.
Ø
Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data
yang dapat mencakup hampir semua data non-numerik. Data ini dapat menggunakan
kata-kata untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang diamati.
3. BERDASARKAN SUMBER
Ø
Data Primer
Data primer adalah data
yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri atau dirinya sendiri. Ini adalah data
yang belum pernah dikumpulkan sebelumnya, baik dengan cara tertentu atau pada
periode waktu tertentu.
Ø
Data Sekunder
Data seunder adalah data
yang dikumpulkan oleh orang lain, bukan peneliti itu sendiri. Data ini biasanya
berasal dari penelitian lain yang dilakukan oleh lembaga-lembaga atau
organisasi seperti BPS dan lain-lain.
4. BERDASARKAN CARA MEMPEROLEH
Ø
Data Observasional
Data observasi adalah data
yang ditangkap in situ. Data ini sekali jadi atau tidak bisa diulang,
diciptakan atau diganti.
Ø
Data Wawancara
Data wawancara adalah data
yang diperoleh melalui tanya-jawab antara peneliti dan informan. Data ini bisa
divalidasi menggunakan triangulasi.
Ø
Data Eksperimental
Data eksperimental adalah
data yang dikumpulkan dalam kondisi terkendali, in situ atau berbasis
laboratorium dan harus bisa direproduksi.
Ø
Data Simulasi
Data simulasi adalah data
hasil dari penggunaan model dan metadata di mana input lebih penting daripada
output. Contoh: model iklim, model ekonomi, model kosmologi dan lain-lain.
Ø
Data Referensi atau Kanonik
Data Referensi atau kanonik
adalah data statis atau koleksi organik (peer-reviewed) Contoh: menggunakan
data urutan gen yang sudah tersedia, struktur kimia, data sensus dan lain-lain.
Ø
Data Derivasi atau Kompilasi
Data derivasi atau
kompilasi adalah data reproduksi. Contoh: kompilasi database yang sudah ada
untuk membangun struktur 3D.
5. BERDASARKAN FORMAT BERKAS
Ø
Data Kuantitatif
Contoh: SPSS, SAS,
Microsoft Ecel, XML dan lain-lain.
Ø
Data Kualitatif
Contoh: Microsoft Word,
Rich Text Format, HTML dan lain-lain.
Ø
Data Geospatial
Contoh: ESRI Shapefile,
Geo-referenced TIFF, CAD data, Tabular GIS attribute data, MapInfo Interchange
Format, dan lain-lain.
Ø
Data Digital Image
Contoh: TIFF, JPEG, Adobe
Portable Document Format (PDF) dan lain-lain.
Ø
Data Digital Audio
Contoh: Free Lossless Audio
Codec, Waveform Audio Format, MPEG-1 Audio Layer, Audio Interchange File Format
dan lain-lain.
Ø
Data Digital Video
Contoh: MPEG-4 High
Profile, Motion JPEG 2000, GIF dan lain-lain.
BERDASARKAN
SUBJEK KEDOKTERAN
Ø
Data Diagnosis
Contoh: subklasifikasi
penyakit atau histologi, sitogenetika, penanda molekuler dan lain-lain.
Ø
Data Demografi
Contoh: sosial ekonomi
informasi, jenis kelamin, usia, ras/etnis dan lain-lain.
TEKHNIK
PENGUMPULAN DATA
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor
penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara
mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
.
1. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain
yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun
terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan
jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam
Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran
dan penampilan fisik. Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor
antara lain :Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan
untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban. Bahasa
yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin
menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden
yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika
terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan
tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang
tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga
dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,
kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari
perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden
yang tidak terlalu besar.
Ø
Participant Observation
Dalam observasi ini,
peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi
yang diamati sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat
melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa,
kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Ø
Non participant Observation
Berlawanan dengan
participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya
tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang
pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai
pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data
penelitian. Kelemahan dari
metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena
hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang
terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang
digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku
catatan, kamera photo, dll.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun
peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan
sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000
responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan
sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak
terstruktur.
Wawancara
terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang
ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara
sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera
photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
Wawancara
tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan
pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik,
dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

No comments:
Post a Comment