ANALISIS REGRESI DAN
KORELASI SEDERHANA
·
Analisis regresi
digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh satu variabel bebas atau lebih
terhadap satu variabel tidak bebas.
·
Data yang dianalisis
dengan regresi merupakan data kuantitatif yang memiliki skala pengukuran
minimal interval.
·
Analisa korelasi
digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan dua variabel acak yang memiliki
skala pengukuran minimal interval dan berdistribusi normal bivariat.
ANALISIS REGRESI
·
Tentukan dulu
variabel bebas (independent variable)
disimbolkan dengan X dan variabel tidak bebas (dependent variable) disimbolkan
Y
·
Berdasarkan jumlah
variabel bebas dan pangkat dari variabel bebas, analisa regresi terdiri dari :
Regresi
linear
|
Regresi
linear multipel (berganda)
|
Regresi
|
Regresi
non linear sederhana
|
Regresi
non linear
|
Regresi
non linear multipel (berganda)
|
REGRESI
LINEAR SEDERHANA
·
Model persamaan
regresi linear sederhana :
Y = α + βX + ε
(model populasi)
Y = a + bX + e
(model sampel)
a dan b adalah estimate value untuk α dan β
a adalah kontanta,
secara grafik menunjukkan intersep
b adalah koefisien
regresi yang menunjukkan besarnya pengaruh X terhadap Y, secara grafik
menunjukkan slope (kemiringan garis regresi).
·
Jika data hasil
observasi terhadap sampel acak berukuran n telah tersedia, maka untuk
mendapatkan persamaan regresi Y = a +
bX, perlu dihitung a dan b dengan metode kuadrat kekeliruan terkecil (least square error methods).
ANALISIS
KORELASI
·
Untuk menunjukkan
besarnya keeratan hubungan antara dua variabel acak yang masing-masing memiliki
skala pengukuran minimal interval dan berdistribusi bivariat, digunakan
koefisien korelasi yang dirumuskan sebagai berikut:
· Koefisien
korelasi yang dirumuskan seperti itu disebut koefisien korelasi Pearson atau
koefisien korelasi product moment.
· Besar
r adalah − 1 ≤ rxy ≤ + 1
· Tanda
+ menunjukkan pasangan X dan Y dengan arah yang sama, sedangkan tanda
− menunjukkan pasangan X dan Y dengan arah yang berlawanan.
· rxy
yang besarnya semakin mendekati 1 menunjukkan hubungan X dan Y cenderung sangat
erat. Jika mendekati 0 hubungan X dan Y
cenderung kurang kuat.
· rxy = 0 menunjukkan tidak terdapat
hubungan antara X dan Y
INDEKS DETERMINASI (R2)
· Dalam
analisis regresi, koefisien korelasi yang dihitung tidak untuk diartikan
sebagai ukuran keeratan hubungan variabel bebas (X) dan variabel tidak bebas
(Y), sebab dalam analisis regresi asumsi normal bivariat tidak terpenuhi.
· Untuk
itu, dalam analisis regresi agar koefisien korelasi yang diperoleh dapat diartikan
maka dihitung indeks determinasinya, yaitu hasil kuadrat dari koefisien
korelasi:
· Indeks
determinasi yang diperoleh tersebut digunakan untuk menjelaskan persentase variasi
dalam variabel tidak bebas (Y) yang disebabkan oleh bervariasinya variabel
bebas (X). Hal ini untuk menunjukkan
bahwa variasi dalam variabel tak bebas (Y) tidak semata-mata disebabkan oleh
bervariasinya variabel bebas (X), bisa saja variasi dalam variabel tak bebas
tersebut juga disebabkan oleh bervariasinya variabel bebas lainnya yang
mempengaruhi variabel tak bebas tetapi tidak dimasukkan dalam model persamaan
regresinya.
PENGUJIAN
HIPOTESIS KOEFISIEN REGRESI LINEAR SEDERHANA
·
Selanjutnya dilakukan
pengujian hipotesis secara statistis terhadap koefisien regresi yang diperoleh
tersebut. Ada dua jenis pengujian yaitu uji t dan uji
F.
·
Uji t digunakan untuk
menguji koefisien regesi secara individual atau untuk menguji ada tidaknya
pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel tidak bebas (Y).
·
Uji F digunakan untuk
menguji koefisien regresi secara simultan serentak atau untuk menguji
keberartian model regresi yang digunakan.
UJI
t
· Hipotesis
statistiknya:
Ho
: β = 0 (X tidak berpengaruh terhadap Y)
H1
: β ≠ 0 (X berpengaruh terhadap Y)
· Statistik
uji:
· Kriteria
uji: Tolak H0 jika thit ≥ ttab atau thit
≤ -ttab
atau terima H0 jika -ttab<
thit < ttab
Dengan
UJI
F
· Hipotesis statistiknya:
Ho : β = 0 (model regresi Y terhadap X tidak berarti)
H1 :
β ≠ 0 (model regresi Y terhadap X memiliki arti)
· Statistik
uji:
· Kriteria
uji: Tolak H0 jika Fhit ≥ Ftab
Ftab = Fα;(v1,v2) dimana v1 = 1 dan v2 = n
-
2
PENGUJIAN KOEFISEN KORELASI
· Hipotesis statistiknya:
Ho: ρXY = 0 (Tidak terdapat hubungan antara X dan
Y)
H1: ρXY ≠ 0 (Terdapat hubungan antara X dan Y)
· Statistik
uji:
· Kriteria
uji: Tolak H0 jika thit
≥ ttab atau thit ≤ -ttab
atau terima H0 jika -ttab<
thit < ttab
Dengan
CONTOH
SOAL ANALISIS REGRESI LINEAR SEDERHANA
· Tabel
berikut adalah hasil observasi terhadap sampel acak yang terdiri dari 8 desa di
kota “Alfabet” mengenai pendapatan dan pengeluaran kesehatan penduduk desa
bersangkutan selama tahun 2010.
Desa
|
Pendapatan (juta rupiah)
|
Peng Kesehatan (juta rupiah)
|
A
|
21
|
4
|
B
|
15
|
3
|
C
|
15
|
3.5
|
D
|
9
|
2
|
E
|
12
|
3
|
F
|
18
|
3.5
|
G
|
6
|
2.5
|
H
|
12
|
2.5
|
(a). Dengan
menggunakan least square error methods,
tentukan persamaan regresi linear sederhana pengeluaran kesehatan terhadap
pendapatan. Kemudian jelaskan arti
koefisien yang terdapat dalam persamaan tersebut.
(b). Berapakah
rata-rata pengeluaran kesehatan penduduk suatu desa yang memiliki rata-rata
pendapatan penduduknya sebesar Rp 25 juta per tahun.
(c). Hitung
indeks determinasinya, kemudian jelaskan artinya.
(d). Lakukan
uji t dan uji F dengan menggunakan α = 5%, bagaimana kesimpulan dari kedua
pengujian koefisien regresi tersebut.
CONTOH SOAL ANALISIS KORELASI
Tabel
berikut menunjukkan hasil pengamatan terhadap sampel acak yang terdiri dari 15
usaha kecil di suatu kecamatan mengenai omzet penjualan dan laba (dalam juta
rupiah).
Obs
|
Omzet Penjualan
|
Laba
|
1
|
34
|
32
|
2
|
38
|
36
|
3
|
34
|
31
|
4
|
40
|
38
|
5
|
30
|
29
|
6
|
40
|
35
|
7
|
40
|
33
|
8
|
34
|
30
|
9
|
35
|
32
|
10
|
39
|
36
|
11
|
33
|
31
|
12
|
32
|
31
|
13
|
42
|
36
|
14
|
40
|
37
|
15
|
42
|
35
|
a. Hitunglah koefisien korelasi Pearson
b. Ujilah
koefisien korelasi yg diperoleh dalam a) dengan menggunakan level of
signifikans α = 1%
INDEKS
DETERMINASI
· Dalam
analisis regresi, koefisien korelasi yang dihitung tidak untuk diartikan
sebagai ukuran keeratan hubungan variabel bebas (X) dan variabel tidak bebas
(Y), sebab dalam analisis regresi asumsi normal bivariat tidak terpenuhi.
· Asumsi
dalam analisis regresi berkaitan dengan distribusi probabilitas dari kekeliruan
(e), dalam hal ini variabel acak (e)
diasumsikan berdistribusi normal. Dalam
analisis regresi, variabel bebas (X) merupakan fixed variable, sedangkan variabel bebas (Y) merupakan variabel
acak, sehingga uji kenormalan dalam analisis regresi dapat dilakukan terhadap
Y, mengingat e adalah variabel acak
yang unobservable. Jadi dalam analisis regresi, asumsi
distribusi normal berkaitan dengan variabel acak Y semata-mata, sehingga asumsi
kenormalan merupakan distribusi normal univariat.
· Untuk
itu, dalam analisis regresi agar koefisien korelasi yang diperoleh diartikan
dalam bentuk ukuran determinasi, yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi:
· Indeks
determinasi yang diperoleh tersebut digunakan untuk menjelaskan persentase
variasi dalam variabel tidak bebas (Y) yang disebabkan oleh bervariasinya
variabel bebas (X). Hal ini untuk
menunjukkan bahwa variasi dalam variabel tak bebas (Y) tidak semata-mata
disebabkan oleh bervariasinya variabel bebas (X), bisa saja variasi dalam
variabel tak bebas tersebut juga disebabkan oleh bervariasinya variabel bebas
lainnya yang mempengaruhi variabel tak bebas tetapi tidak dimasukkan dalam
model persamaan regresinya.
No comments:
Post a Comment