NAMA : WA ODE SRI WAHYUNINGSIH
NPM : 17 630 104
TUGAS
3 : STATISTIK DAN PROBABILITAS
A. Pengertan
nilai sentral
Nilai sentral atau nilai rata-rata juga disebut nilai tengah
dari sekumpulan data statistik adalah suatu nilai dalam kumpulan atau rangkaian
data yang dapat mewakili kumpulan atau rangkaian data tersebut. Suatu rangkaian
data biasanya memiliki tendensi(kecenderungan) untuk memusat pada nilai sentral
ini. Dari sekumpulan data (distribusi), ada beberapa harga/nilai yang
dapat kita anggap sebagai wakil dari kelompok data. Nilai-nilai yang biasa
digunakan untuk mewakili data tersebut adalah mean dan modus disebut
sebagai nilai tengah (central tendency). Suatu nilai
dapat disebut sebagai nilai sentral apabila memiliki persyaratan sebagai
berikut:
1. Nilai sentral harus dapat mewakili
rangkaian data.
2. Perhitungannya harus
didasarkan pada seluruh data.
3. Perhitungannya harus obyektif.
4. Perhitungannya mudah.
5. Dalam satu
rangkaian data hanya ada satu nilai sentral.
B. Jenis atau
macam nilai sentral
1. Rata -rata
hitung ( mean )
Mean adalah nilai rata-rata dari
beberapa buah data. Nilai mean dapat ditentukan dengan membagi jumlah data
dengan banyaknya data. Mean (rata-rata) merupakan suatu ukuran pemusatan data.
Mean suatu data juga merupakan statistik karena mampu menggambarkan bahwa data
tersebut berada pada kisaran mean data tersebut.
a)
Rumus
Mean Hitung dari Data Tunggal
x1+x2+x3+x4+…..xN
N
Ket :
x
= data ke n
x bar = x rata-rata = nilai rata-rata sampel
n = banyaknya data
Bisa juga Menghitung mean
x bar = x rata-rata = nilai rata-rata sampel
n = banyaknya data
Bisa juga Menghitung mean
b) Rumus Mean Hitung Untuk Data yang
Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi
F1+F2+F3=……+FN
Dengan : fixi =
frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
xi = data ke-i
xi = data ke-i
Contoh:
Gaji Karyawan
(Kelas)
|
Jumlah Karyawan (Frekuensi)
|
Nilai Tengah
(Xi)
|
Frekuensi X Nilai Tengah
|
30-39
|
4
|
34.5
|
138
|
40-49
|
6
|
44.5
|
267
|
50-59
|
8
|
54.5
|
436
|
60-69
|
12
|
64.5
|
774
|
70-79
|
9
|
74.5
|
670.5
|
80-89
|
7
|
84.5
|
591.5
|
90-99
|
4
|
94.5
|
378
|
N = 50
|
3252
|
Dari hasil di atas di dapat :
3252
50
Nilai sentral atau nilai rata-rata
juga disebut nilai tengah dari sekumpulan data statistik adalah suatu nilai
dalam kumpulan atau rangkaian data yang dapat mewakili kumpulan atau rangkaian
data tersebut.
2.
Median
Median menentukan letak
tengah data setelah data disusun menurut urutan nilainya. Bisa juga nilai tengah dari data-data yang terurut. Simbol untuk median
adalah Me. Dengan median Me, maka 50% dari banyak data nilainya paling
tinggi sama dengan Me, dan 50% dari banyak data nilainya paling rendah sama
dengan Me. Dalam mencari median, dibedakan untuk banyak data ganjil
dan banyak data genap. Untuk banyak data ganjil, setelah data
disusun menurut nilainya, maka median Me adalah data yang terletak tepat di
tengah. Median bisa dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: variansi
merupakan salah satu ukuran sebaran yang paling sering digunakan dalam berbagai
analisis statistika. Standar deviasi merupakan akar kuadrat positif dari
variansi.
Md : Nilai Median
L : Tepi bawah dari kelas yang mengandung median
n : Jumlah data
fc : frekuensi komulatif pada kelas sebelum kelas
median
fm : frekuensi (absolut) dari kelas terdapatnya median
Contoh:
Dari lima kali kuiz statistika, seorang mahasiswa memperoleh nilai 82, 93, 86, 92, dan 79. Tentukan median populasi ini.
Dari lima kali kuiz statistika, seorang mahasiswa memperoleh nilai 82, 93, 86, 92, dan 79. Tentukan median populasi ini.
jawab: Setelah data disusun dari yang terkecil sampai terbesar,
diperoleh 79 82 86 92 93
Oleh karena itu medianya adalah 86
Oleh karena itu medianya adalah 86
Kada nikotin yang berasal dari sebuah contoh acak enam batang
rokok cap tertentu adalah 2.3, 2.7, 2.5, 2.9, 3.1, dan 1.9 miligram. Tentukan
mediannya.
jawab: Bila kadar nikotin itu diurutkan dari yang terkecil sampai
terbesar, maka diperoleh 1.9 2.3 2.5 2.7 2.9 3.1 Maka mediannya adalah rata-rata dari 2.5 dan
2.7, yaitu
median : 2.5+2.7/2 = 2.6 miligram
C : Kelas interval
Ci =
Interval kelas
No
|
Interval
/ Kelas
|
Frekuensi
|
Frekuensi Kumulatif
|
1
|
1
– 6
|
1
|
1
|
2
|
7
-12
|
4
|
5
|
3
|
13
-18
|
2
|
7
|
4
|
19
-24
|
9
|
16
|
5
|
25
– 30
|
3
|
19
|
6
|
31 – 36
|
11
|
30
|
7
|
37 – 42
|
10
|
40
|
Jumlah
|
40
|
||
Tabel : Distribusi
Frekuensi median
Menentukan kelas median :
Kelas
Md = N / 2 = 40 / 2 = 20
3. Modus
Modus adalah nilai yang sering
muncul. Jika kita tertarik pada data frekuensi, jumlah dari suatu nilai dari
kumpulan data, maka kita menggunakan modus. Modus sangat baik bila digunakan
untuk data yang memiliki sekala kategorik yaitu nominal atau ordinal.
Sedangkan data ordinal adalah data kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5), sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur. Inilah cara menghitung modus:
Sedangkan data ordinal adalah data kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5), sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur. Inilah cara menghitung modus:
1. Data yang belum dikelompokkan
Modus dari data yang belum
dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus
dilambangkan mo.
2.
Data
yang telah dikelompokkan
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus
Dengan :
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus

Dengan :
Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
Contoh:
Sumbangan dari warga Bogor pada hari Palang Merah Nasional
tercatat sebagai berikut: Rp 9.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 9.000, Rp 9.000, Rp
7.000, Rp 8.000, Rp 6.000, Rp 10.000, Rp 11.000.
Maka modusnya, yaitu nilai yang terjadi dengan frekuensi
paling tinggi, adalah Rp 9.000.
Dari dua belas pelajar sekolah lanjutan tingkat atas yang
diambil secara acak dicatat berapa kali mereka menonton film selama sebulan
lalu. Data yang diperoleh adalah 2, 0, 3, 1, 2, 4, 2, 5, 4, 0, 1 dan 4. Dalam kasus
ini terdapat dua modu, yaitu 2 dan 4, karena 2 dan 4 terdapat dengan frekuensi
tertinggi distribusi demikian dikatakan bimodus.
No comments:
Post a Comment