NAMA : RISMAN TAMIN
STAMBUK : 17 630 112
TUGAS 3 :
STATISTIK DAN PROBABILITAS
Ukuran Nilai Sentral
Nilai sentral atau nilai rata-rata juga disebut
nilai tengah dari sekumpulan data statistik adalah suatu nilai dalam kumpulan
atau rangkaian data yang dapat mewakili kumpulan atau rangkaian data tersebut.
Jenis atau macam nilai sentral
1.
Rata
-rata hitung ( mean )
Mean adalah nilai
rata-rata dari beberapa buah data. Nilai mean dapat ditentukan dengan
membagi jumlah data dengan banyaknya data. Mean (rata-rata) merupakan suatu
ukuran pemusatan data. Mean suatu data juga merupakan statistik karena mampu menggambarkan
bahwa data tersebut berada pada kisaran mean data tersebut. Mean tidak dapat
digunakan sebagai ukuran pemusatan untuk jenis data nominal dan ordinal. Berdasarkan
definisi dari mean adalah jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data.
Dengan kata lain jika kita memiliki N data sebagai berikut maka mean data
tersebut dapat kita tuliskan sebagai berikut :
Dimana:
x = data ke n
x bar = x rata-rata = nilai rata-rata sampel
n = banyaknya data
Bisa juga Menghitung mean
a)
Rumus
Mean Hitung dari Data Tunggal
x1+x2+x3+...... +xn
b)
Rumus
Mean Hitung Untuk Data yang Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi
f1x1+f2x2+f3x3+........ +fnxn
f1+f2+f3........ fn
Dengan : fixi = frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
c)
xi = data ke-I
Rumus Mean Hitung Gabungan
2.
Median
Median menentukan letak tengah data setelah data
disusun menurut urutan nilainya. Bisa juga nilai tengah dari
data-data yang terurut. Simbol untuk median adalah Me.
Dengan median Me, maka 50% dari banyak data nilainya paling tinggi sama dengan
Me, dan 50% dari banyak data nilainya paling rendah sama dengan Me. Dalam
mencari median, dibedakan untuk banyak data ganjil dan banyak data
genap. Untuk banyak data ganjil, setelah data disusun menurut
nilainya, maka median Me adalah data yang terletak tepat di tengah. Median bisa
dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: variansi merupakan salah satu
ukuran sebaran yang paling sering digunakan dalam berbagai analisis statistika.
Standar deviasi merupakan akar kuadrat positif dari variansi. Secara umum,
variansi dirumuskun sabagai :
Contoh:
Dari lima kali kuiz statistika, seorang mahasiswa memperoleh nilai 82, 93, 86, 92, dan 79. Tentukan median populasi ini.
Dari lima kali kuiz statistika, seorang mahasiswa memperoleh nilai 82, 93, 86, 92, dan 79. Tentukan median populasi ini.
jawab: Setelah data disusun dari yang terkecil sampai terbesar,
diperoleh 79 82 86 92 93
Oleh karena itu medianya adalah 86
Oleh karena itu medianya adalah 86
Kada nikotin yang berasal dari sebuah contoh acak enam batang
rokok cap tertentu adalah 2.3, 2.7, 2.5, 2.9, 3.1, dan 1.9 miligram. Tentukan
mediannya.
jawab: Bila kadar nikotin itu diurutkan dari yang terkecil sampai
terbesar, maka diperoleh 1.9 2.3 2.5 2.7 2.9 3.1 Maka mediannya adalah rata-rata dari 2.5 dan
2.7, yaitu
median : 2.5+2.7/2 = 2.6 miligram
Selain itu juga dapat dicari median dari data yang telah tersusun
dalam bentuk distribusi frekuensi. Rumus yang digunakan ada dua, yaitu
Dimana :
Bak = batas kelas atas median
c = lebar kelas
s’ = selisih antara nomor frekuensi median dengan frekuensi
kumulatif sampai kelas median
fM = frekuensi kelas median
Sebelum menggunakan kedua rumus di atas,
terlebih dahulu harus ditentukan kelas yang menjadi kelas median. Kelas median adalah kelas yang memuat nomor frekuensi median,
dan nomor frekuensi median ini ditentukan dengan membagi keseluruhan data
dengan dua.
Secara singkat rumus median dapat digunakan sebagai berikut dalam
perhitungan menggunakan tabel data
Keterangan :
Md : Nilai Median
L : Tepi bawah dari kelas yang mengandung median
n : Jumlah data
fc : frekuensi komulatif pada kelas sebelum kelas
median
fm : frekuensi (absolut) dari kelas terdapatnya median
C : Kelas interval
Ci =
Interval kelas
No
|
Interval / Kelas
|
Frekuensi
|
Frekuensi
Kumulatif
|
1
|
1 – 6
|
1
|
1
|
2
|
7 -12
|
4
|
5
|
3
|
13 -18
|
2
|
7
|
4
|
19 -24
|
9
|
16
|
5
|
25 – 30
|
3
|
19
|
6
|
31 – 36
|
11
|
30
|
7
|
37 – 42
|
10
|
40
|
Jumlah
|
40
|
||
Tabel : Distribusi
Frekuensi median
Menentukan kelas median :
Kelas
Md = N / 2 = 40 / 2 = 20
3.
Modus
Modus adalah nilai yang sering muncul. Jika kita tertarik pada
data frekuensi, jumlah dari suatu nilai dari kumpulan data, maka kita
menggunakan modus. Modus sangat baik bila digunakan untuk data yang memiliki
sekala kategorik yaitu nominal atau ordinal.
Sedangkan data ordinal adalah data kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5), sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur. Inilah cara menghitung modus:
Sedangkan data ordinal adalah data kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5), sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur. Inilah cara menghitung modus:
§
Data
yang belum dikelompokkan
Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang
memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo.
§
Data
yang telah dikelompokkan
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan
rumus:
Dengan :
Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi
tertinggi (kelas modus) i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi
kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi
kelas interval terdekat sesudahnya
Contoh:
Sumbangan dari warga Bogor pada hari Palang
Merah Nasional tercatat sebagai berikut: Rp 9.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp
9.000, Rp 9.000, Rp 7.000, Rp 8.000, Rp 6.000, Rp 10.000, Rp 11.000. Maka
modusnya, yaitu nilai yang terjadi dengan frekuensi paling tinggi, adalah Rp
9.000.
Dari dua belas pelajar sekolah lanjutan tingkat
atas yang diambil secara acak dicatat berapa kali mereka menonton film selama
sebulan lalu. Data yang diperoleh adalah 2, 0, 3, 1, 2, 4, 2, 5, 4, 0, 1 dan 4.
Dalam kasus ini terdapat dua modu, yaitu 2 dan 4, karena 2 dan 4 terdapat
dengan frekuensi tertinggi. Distribusi demikian dikatakan bimodus.
·
Standar
defiasi
Ø
Standar Deviasi dan
Varians Salah satu teknik statistik yg digunakan untuk menjelaskan homogenitas
kelompok. Varians merupakan jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individual
thd rata-rata kelompok. Sedangkan akar dari varians disebut dengan standar
deviasi atau simpangan baku.
Ø
Standar Deviasi dan
Varians Simpangan baku merupakan variasi sebaran data. Semakin kecil nilai
sebarannya berarti variasi nilai data makin sama Jika sebarannya bernilai 0,
maka nilai semua datanya adalah sama. Semakin besar nilai sebarannya berarti
data semakin bervariasi.
Cara penulisan rumus fungsi standar deviasi
STDEV (number1, number2,…)
STDEV (number1, number2,…)
Dengan : Number1, number2, … adalah 1-255
argumen yang sesuai dengan sampel populasi. Anda juga dapat menggunakan array
tunggal atau referensi ke array, bukan argumen yang dipisahkan oleh koma.
Keterangan
a)
STDEV mengasumsikan
bahwa argumen adalah contoh dari populasi. Jika data anda mewakili seluruh
populasi, untuk menghitung deviasi standar menggunakan STDEVP.
b) Standar deviasi dihitung menggunakan metode
“n-1″ .
c) Argumen dapat berupa nomor atau nama, array,
atau referensi yang mengandung angka.
d) Nilai-nilai logis dan representasi teks dari
nomor yang Anda ketik langsung ke daftar argumen akan dihitung.
e) Jika argumen adalah sebuah array atau referensi,
hanya nomor/angka dalam array atau referensi yang akan dihitung. Sel kosong,
nilai-nilai logis, teks, atau nilai-nilai kesalahan dalam array atau referensi
akan diabaikan.
f)
Argumen yang kesalahan
nilai atau teks yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam nomor/angka akan
menyebabkan kesalahan. g. Jika Anda ingin memasukkan nilai-nilai logis dan
representasi teks angka dalam referensi sebagai bagian dari perhitungan,
gunakan fungsi STDEVA.
Dimana:
x = data ke n
x bar = x rata-rata = nilai rata-rata sampel
n = banyaknya data
variansi merupakan salah satu ukuran sebaran yang paling sering
digunakan dalam berbagai analisis statistika. Standar deviasi merupakan akar
kuadrat positif dari variansi.
Digunakan baik pada data kualitatif (nominal dan ordinal) maupun data kuantitatif (interval dan rasio).
Digunakan baik pada data kualitatif (nominal dan ordinal) maupun data kuantitatif (interval dan rasio).
Rumus untuk modus yaitu :
Cara Mencari d1 = F Kelas
Mo – F Sebelum Kelas Mo
Cara Mencari d2 = F kelas Mo – F setelah Kelas Mo
Keterangan :
Lmo = Tepi kelas bawah kelas modus
d1 = selisih frekuensi kelas
modus dengan kelas sebelumnya
d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan
kelas sesudahnya
Ci = Interval kelas
No
|
Kelas
|
Frekuensi
|
|
1
|
1
– 6
|
1
|
|
2
|
7
-12
|
4
|
|
3
|
13
-18
|
2
|
|
4
|
19
-24
|
9
|
|
5
|
25
– 30
|
3
|
|
6
|
31
– 36
|
11
|
|
7
|
37
– 42
|
10
|
|
Jumlah
|
40
|
||





No comments:
Post a Comment