NAMA
: JAHUDIN
NPM : 17 630 096
TUGAS
1 : STATISTIK/PROBABILITAS
TENIK PENGAMBILAN SAMPEL DALAM
METODOLOGI PENILITIAN
A. Pengertian
Sampel
Sampel
merupakan bagian populasi penelitian yang digunakan untuk memperkirakan hasil
dari suatu penelitian. Sedangkan teknik sampling adalah bagian dari metodologi
statistika yang berkaitan dengan cara-cara pengambilan sampel.
Pengertian
sampling atau metode pengambilan sampel menurut penafsiran beberapa ahli .
Beberapa diantarnya adalah sebagai berikut;
- Teknik
sampling adalah teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56).
- Teknik
sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan
ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan
memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel
yang representatif. (Margono,
2004)
Sampling mempunyai beberapa tahapan serta tujuan.
Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
Tujuan Pengambilan Sampel;
- Populasi
terlalu banyak atau jangkauan terlalu luas sehingga tidak memungkinkan
dilakukan pengambilan data pada seluruh populasi.
- Keterbatasan
tenaga, waktu, dan biaya.
- Adanya
asumsi bahwa seluruh populasi seragam sehingga bisa diwakili oleh sampel.
Tahapan Pengambilan Sample diantaranya;
- Mendefinisikan
populasi yang akan diamati
- Menentukan
kerangka sampel dan kumpulan semua peristiwa yang mungkin
- Menentukan
teknik atau metode sampling yang tepat
- Melakukan
pengambilan sampel (pengumpulan data)
- Melakukan
pemeriksaan ulang pada proses sampling
Cara Pengambilan
Sampel bermacam-macam tergantung jenis penelitian yang akan
dilakukan. Secara garis besar, metode pengambilan sampel terdiri dari 2 kelas
besar yaitu
- Probability Sampling (Random Sample)
- Non- Probability Sampling (Non-Random Sample).
Kedua jenis tersebut terdiri dari pengambilan secara
acak dan pengambilan sampel tidak acak. Kedua jenis ini juga memiliki sub – sub
lain yang diantaranya adalah purposive sampling, snowball samping,
cluster sampling dll.
B. Probability Sampling
Probability sampling adalah Metode pengambilan sampel
secara random atau acak. Dengan cara pengambilan sampel ini. Seluruh anggota
populasi diasumsikan memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi
sampel penelitian. Metode ini terbagi menjadi beberapa jenis yang lebih
spesifik, antara lain:
1.
Pengambilan
Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
Pengambilan sampel acak sederhana disebut juga Simple
Random Sampling. teknik penarikan sampel menggunakan cara ini
memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi
sampel penelitian. Cara pengambilannya menggunakan nomor undian.
Terdapat 2 pendapat mengenai metode pengambilan sampel
acak sederhana. Pendapat pertama menyatakan bahwa setiap nomor yang terpilih
harus dikembalikan lagi sehingga setiap sampel memiliki prosentase kesempatan
yang sama. Pendapat kedua menyatakan bahwa tidak diperlukan pengembalian pada
pengambilan sampel menggunakan metode ini. Namun, metode yang paling sering
digunakan adalah Simple Random
Sampling dengan pengembalian.
Kelebihan metode ini yaitu dapat mengurangi bias dan
dapat mengetahui standard error penelitian. Sementara
kekurangannya yaitu tidak adanya jaminan bahwa sampel yang terpilih benar-benar
dapat merepresentasikan populasi yang dimaksud.
Contoh Pengambilan Sampel Metode Acak
Sederhana:
Dalam suatu penelitian dibutuhkan 30 sampel, sedangkan populasi penelitian berjumlah 100 orang. Selanjutnya peneliti membuat undian untuk mendapatkan sampel pertama.
Dalam suatu penelitian dibutuhkan 30 sampel, sedangkan populasi penelitian berjumlah 100 orang. Selanjutnya peneliti membuat undian untuk mendapatkan sampel pertama.
Setelah
mendapatkan sampel pertama, maka nama yang terpilih dikembalikan lagi agar
populasi tetap utuh sehingga probabilitas responden berikutnya tetap sama
dengan responden pertama. Langkah tersebut kembali dilakukan hingga jumlah
sampel memenuhi kebutuhan penelitian.
2.
Pengambilan
Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)
Metode
pengambilan sampel acak sistematis menggunakan interval dalam memilih sampel
penelitian. Misalnya sebuah penelitian membutuhkan 10 sampel dari 100 orang,
maka jumlah kelompok intervalnya 100/10=10. Selanjutnya responden dibagi ke
dalam masing-masing kelompok lalu diambil secara acak tiap kelompok.
Contoh Sampel Acak Sistematis adalah pengambilan sampel pada setiap orang
ke-10 yang datang ke puskesmas. Jadi setiap orang yang datang di urutan
10,20,30 dan seterusnya maka itulah yang dijadikan sampel penelitian.
3.
Pengambilan
Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)
Metode
Pengambilan sampel acak berstrata mengambil sampel berdasar tingkatan tertentu.
Misalnya penelitian mengenai motivasi kerja pada manajer tingkat atas, manajer
tingkat menengah dan manajer tingkat bawah. Proses pengacakan diambil dari
masing-masing kelompok tersebut.
4.
Pengambilan
Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)
Cluster Sampling
adalah teknik sampling secara berkelompok. Pengambilan sampel jenis ini
dilakukan berdasar kelompok / area tertentu. Tujuan metode Cluster Random Sampling antara
lain untuk meneliti tentang suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di dalam
suatu instansi.
Misalnya,
penelitian tentang kepuasan pasien di ruang rawat inap, ruang IGD, dan ruang
poli di RS A dan lain sebagainya.
5.
Teknik
Pengambilan Sampel Acak Bertingkat (Multi Stage Sampling)
Proses
pengambilan sampel jenis ini dilakukan secara bertingkat. Baik itu bertingkat
dua, tiga atau lebih.
Misalnya
-> Kecamatan -> Gugus -> Desa -> RW – RT
1.
Purposive
Sampling
Purposive Sampling adalah teknik sampling yang cukup sering
digunakan. Metode ini menggunakan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti
dalam memilih sampel. Kriteria pemilihan sampel terbagi menjadi
kriteria inklusi dan eksklusi.
Kriteria inklusi merupakan kriteria sampel yang diinginkan peneliti
berdasarkan tujuan penelitian. Sedangkan kriteria eksklusi merupakan kriteria
khusus yang menyebabkan calon responden yang memenuhi kriteria inklusi harus
dikeluarkan dari kelompok penelitian. Misalnya, calon responden mengalami
penyakit penyerta atau gangguan psikologis yang dapat memengaruhi hasil
penelitian.
Contoh Purposive Sampling: penelitian tentang nyeri pada
pasien diabetes mellitus yang mengalami luka pada tungkai kaki. Maka kriteria
inklusi yang dipakai antara lain:
- Penderita Diabetes Melitus dengan luka gangrene
(luka pada tungkai kaki)
- Usia 18-59 tahun
- Bisa membaca dan menulis
Kriteria eksklusi:
- Penderita Diabetes Melitus yang memiliki penyakit
penyerta lainnya seperti gangguan ginjal, gagal jantung, nefropati, dan
lain sebagainya.
- Penderita Diabetes Melitus yang mengalami
gangguan kejiwaan.
3.
Snowball
Sampling
Snowball Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan
wawancara atau korespondensi. Metode ini meminta informasi dari sampel pertama
untuk mendapatkan sampel berikutnya, demikian secara terus menerus hingga
seluruh kebutuhan sampel penelitian dapat terpenuhi.
Metode
pengambilan sampel Snowball atau
Bola salju ini sangat cocok untuk penelitian mengenai hal-hal yang sensitif dan
membutuhkan privasi tingkat tinggi, misalnya penelitian tentang kaum waria,
penderita HIV, dan kelompok khusus lainnya.
2.
Accidental
Sampling
Pada metode
penentuan sampel tanpa sengaja (accidental) ini,
peneliti mengambil sampel yang kebetulan ditemuinya pada saat itu. Penelitian
ini cocok untuk meneliti jenis kasus penyakit langka yang sampelnya sulit
didapatkan.
Contoh
penggunan metode ini, peneliti ingin meneliti tentang penyakit Steven Johnson
Syndrom yaitu penyakit yang merusak seluruh mukosa atau lapisan tubuh akibat
reaksi tubuh terhadap antibiotik.
Kasus Steven Johnson Syndrome ini
cukup langka dan sulit sekali menemukan kasus tersebut. Dengan demikian,
peneliti mengambil sampel saat itu juga, saat menemukan kasus tersebut.
Kemudian peneliti melanjutkan pencarian sampel hingga periode tertentu yang
telah ditentukan oleh peneliti.
Tehnik
pengambilan sampel dengan cara ini juga cocok untuk penelitian yang bersifat
umum, misalnya seorang peneliti ingin meneliti kebersihan Kota Bandung.
Selanjutnya dia menanyakan tentang kebersihan Kota Bandung pada warga Bandung
yang dia temui saat itu.
3.
Quota
Sampling
Metode
pengambilan sampel ini disebut juga Quota Sampling. Tehnik sampling ini mengambil
jumlah sampel sebanyak jumlah yang telah ditentukan oleh peneliti. Kelebihan
metode ini yaitu praktis karena sampel penelitian sudah diketahui sebelumnya,
sedangkan kekurangannya yaitu bias penelitian cukup tinggi jika menggunakan
metode ini.
Teknik
pengambilan sampel dengan cara ini biasanya digunakan pada penelitian yang
memiliki jumlah sampel terbatas. Misalnya, penelitian pada pasien lupus atau
penderita penyakit tertentu. Dalam suatu area terdapat 10 penderita lupus, maka
populasi tersebut dijadikan sampel secara keseluruhan , inilah yang disebut
sebagai Total Quota Sampling.
4.
Teknik
Sampel Jenuh
Teknik
Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel yang menjadikan semua anggota
populasi sebagai sampel. dengan syarat populasi yang ada kurang dari 30 orang.
No comments:
Post a Comment