NAMA : WA ODE SRI WAHYUNINGSIH
NPM : 17 630104
TUGAS 02 : STATISTIK/PROBABILITAS
BESAR SAMPEL DAN SUMBER DATA
1.
Besar Sampel
Ukuran sampel (sample size)
adalah banyaknya individu, subyek atau elemen dari populasi yang diambil
sebagai sampel. Jika ukuran sampel yang di ambil
terlalu besar atau terlalu kecil maka akan menjadi masalah dalam penelitian
itu.
Menentukan ukuran sampel penelitian merupakan
bagian terpenting yang harus dilakukan oleh setiap peneliti yang menggunakan
metode survey.Sampel merupakan cerminan atau gambaran populasi sehingga apabila
salah mengambil sampel atau ukuran sampel tidak memenuhi syarat maka pendugaan
parameter populsi dianggap tidak valid sehingga dapat berdampak pada kesalahan
mendeskripsikan dan menginterpretasikan gambaaran dan karakter populasi.
Menentukan ukuran sampel penelitian tidak
semudah yang dibayangkan pengambilan sampel tidak dapat digenerasilir
berdasarkan ukuran populasi satu dan populasi lainnya.Terdapat banayk sekali
factor yang menentukan ukuran suatu sampel penelitian. Misalnya homogenetas
elemaen populasi dan motode analisa yang akan digunakan adalah factor sangat
menentukan ukuran sampel penelitigan yang diambil
Untuk itu kita perlu melakuakan reset mengenai
ukuran sampel yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Karena tidak
memungkinkanuntuk melakukan riset.Sehingga diharapkan para peneliti untuk
melakukan tinjauan pustaka atau mencari literatur-literatu valid dari
penelitian-penelitan sebelumnya.
1. Ukuran sampel dengan teori slovin (1960)
Salah satu literature yang paling banyak
digunakan adalah penentuan ukuran sampel menggunkan rumus slovin yaitu :
Keterangan : n = Besar sampel yang
N = ukuran populasi atau jumlah eleman
dalam populasi
e = nilai presisi atau tingkat
signifikansi yang ditentukan. Umumnya dalam penelitian tingkat singnifikasnsi
ditentukan sebagai 95% atau 0.05.
contoh :
Misalkan satu populasi
si berukuran Rp. 1.000 eleman/anggota.Akan dilakuka survey dengan mengambil
beberapa sampelm menggunkan rumus slovin. Mata perhitungan sederhana dalam
menentukan jumlah sampel beberapa sampel adalah sebagai berikut :
Diketahui :
N = 1.000 orang
e = dengan tingkat signifikansi sebesar 95%
atau 0,05
Maka :
n = 1.0001+1000 X0.052 = 285,
n = 286
karena sampel kita harus berupa angka bulat dan orang, maka kita
lakukan pembulataan mengikuti aturan pembulatan standar yaitu, apabila ≥ 0,5
maka kita bulatkan ke atas dan sebaliknya
2.
Definisi
Data
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan
masih memerlukan adanya suatu pengolahan.Data bisa berujut suatu keadaan,
gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya
yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian
ataupun suatu konsep.
Informasi
merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun
suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa
digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya.Dalam hal ini, data
bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat
bagi penerimanya.Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun
pemrosesan data.
Data
bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu
diproses dan diubah menjadi informasi. Jika jam kerja setiap karyawan kemudian
dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika
gambaran penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan
rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan
informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data
yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan
membuka segala sesuatu yang belum diketahui.
B. Jenis Data
Jenis-jenis data dapat dibagi berdasarkan sifatnya,
sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya. Menurut sifatnya,
jenis-jenis data yaitu:
·
Data Kualitatif: data kualitatif adalah data
yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana
kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya kepemimpinan, dll.
·
Data Kuantitatif: data kuantitatif adalah data
yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dll.
Jenis-jenis data menurut sumbernya, antara lain:
·
Data Internal: data intenal adalah data dari
dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut.
Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah
produksinya, dll.
·
Data Eksternal: data eksternal adalah data dari
luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin
mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat
mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
Jenis-jenis data menurut cara memperolehnya, antara lain:
·
Data Primer (primary
data): data primer adalah
data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung
dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang
dapat berupa interview, observasi.
·
Data Sekunder
(secondary data): data sekunder adalah data yang diperoleh/ dikumpulkan dan
disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai
instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan
arsip-arsip resmi.
Jenis-jenis data menurut
waktu pengumpulannya, antara lain:
·
Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada
suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan
kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner.
·
Data berkala (time
series data), yaitu data
yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu
kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya, perkembangan uang beredar,
harga 9 macam bahan pokok penduduk.
C. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan
faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana
cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data
diperoleh.Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data
diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang
dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat
diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes,
dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang
digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen
dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman
wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan
adalah angket, observasi dan wawancara.
1. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada
orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui
angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di
berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan
angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip
penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor
antara lain :
·
Isi dan tujuan
pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada
skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
·
Bahasa yang
digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan
bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak
mengerti bahasa Inggris, dsb.
·
Tipe dan bentuk
pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang
diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya
diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
2.
Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data
yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun
juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,
kondisi).Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari
perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden
yang tidak terlalu besar.
Participant
Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat
dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai
bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah,
hubungan antar guru, dsb.
Non
participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non
Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung
dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga,
seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat
berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan
memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar
tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara
lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
3.
Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data
maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya
dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara
pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat
diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak
terstruktur.
1.
Wawancara terstruktur
artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali
dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis.
Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan
material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
2.
Wawancara tidak
terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman
wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya
memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
D. Variabel dalam Penelitian
Istilah
variabel dapat diartikan bermacam – macam. Dalam tulisan ini variable diartikan
sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering
pula dinyatakan variabeL penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan
dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Kalau ada
pertanyaan tentang apa yang akan di teliti, maka jawabannya berkenaan dengan
variabel penelitian. Jadi variabel penelitian pada
dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulan. Secara teoritis variabel dapat
didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “Variasi” antara
satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981). Dinamakan variabel karena
ada variasinya.
Menurut Y.W Best yang disebut variabel penelitian adalah
kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti
dimanupulasikan, dikontrol atau dioservasi dalam suatu penelitian. Sedang
Direktorat Pendidikan Tinggii Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud
variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan
penelitian. Dari kedua pengerian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel
penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala
yang kan diteliti.
Apa yang merupakan variabel dalam sesuatu penelitian
ditentikan oleh landasan teoritisnya, dan ditegaskan oleh hipotesis penelitian.
Karena itu apabila landasan teoritisnya berbeda, variabel-variebel
penelitiannya juga akan berbeda. Jumlah variabel yang dijadikan objek
pengamatan akan ditentukan oleh sofistikasi rancangan penelitiannya. Makin
sederhana sesuatu rancangan penelitian, akan melibatkan variabel-variabel yang
makin sedikit jumlahnya, dan sebaliknya.
Berkaitan dengan proses kuantifikasi data biasa
digolongkan menjadi 4 jenis yaitu:
1.
Variabel Nominal,
yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan; variabel ini
bersifat diskret dan saling pilah (mutually exclusive)
antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis kelamin, status
perkawinan, jenis pekerjaan
2.
Variabel Ordinal,
yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu.
Jenjang tertinggi biasa diberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2,
lalu di bawahnya di beri angka 3 dan seterusnya. (ranking)
3.
Variabel Interval,
yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalam pengukuran itu
diasaumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama. Contoh: variabel
interval misalnya prestasi belajar, sikap terhadap sesuatu program dinyatakan
dalam skor, penghasilan dan sebagainya.
4.
Variabel ratio, adalah variabel yang dalam kuantifikasinya
mempunyai nol mutlak. (Drs. Sumadi Suryabrata
.Metologi Penelitian. Hal. 26-27)
Menurut Fungsinya variabel dapat dibedakan :
a).
Variabel Tergantung (Dependent Variabel)
Yaitu kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul
ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti variabel bebas.
Menurut fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel
lain, karenanya juga sering disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel
terpengaruhi.
Variabel
ini sering disebut sebagai variabel output, Kriteria, Konsekuen.
Atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Variabel terikat. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) variabel
dependen disebut variabel Indogen.*
b).
Variabel Bebas ( Independent Variabel)
Adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik
yang oleh peneliti dimanipulasi dalam rangka untuk menerangkan
hubungannya dengan fenomena yang diobservasi.
Karena fungsi ini sering disebut variabel pengaruh, sebab
berfungsi mempengaruhi variabel lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap
variabel lain.
Variabel
ini juga sering disebut sebgai variabel Stimulus, Prediktor,
antecendent. Dalam SEM(Structural Equation Modeling) variabel
independen disebut variabel eksogen.
c). Variabel Intervening
Variabel intervenig adalah variabel yang secara teoritis
mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan Variabel dependen
menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan
diukur.Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara
variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung
mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
Variabel Intervening juga merupakan variabel yang
berfungsi menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lain. Hubungan itu
dapat menyangkut sebab akibat atau hubungan pengaruh dan terpengaruh.
d). Variabel Moderator
Dalam mengidentifikasi variabel moderator dimaksud adalah
variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta
meperjelas hubungan bebas dengan variabel tergantung.
e). Variabel kendali
Yaitu yang membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai
variabel mederator. Variabel ini berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel
lain terutama berkaitan dengan variabel moderator jadi juga seperti
variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel
tergantung
f). Variabel Rambang
Berlainan
dengan variabel bebas, yaitu fungsinya sangat diperhatikan dalam
penelitian.Variabel rambang yaitu variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau
pengaruhnya hampir tidak diperhatikan terhadap variabel bebas maupun
tergantung. (Drs.Colid Narbuko,Drs.H Abu Achmadi.2004.Metode Penelitian. Jakarta:Bumi Aksara Hal.119-120)
Sesungguhnya yang dikemukakan di dalam inti penelitian
ilmiah adalah mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang
paling dasar adalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel
terikat ( Independent variabel dengan dengan dependent variabel).
a.
Hubungan Simetris
Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan simetris
apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel
lainnya. Terdapat 4 kelompok hubungan simetris :
1). Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang
sama.
2). Kedua variabel merupakan akibat daru suatu faktor
yang sama.
3). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional,
dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana.
4). Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
b.
Hubungan Timbal Balik
Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu
variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Perlu diketahui
bahwa hubungan timbal balik bukanlah hubungan, dimana tidak dapat ditentukan
variabel yang menjadi sebab dan variabel yang menjadi akibat.
c.
Hubungan Asimetris (tidak simetri)
Satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel yang
lainnya. Ada enam tipe hubungan tidak simetris, yakni :
1). Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang
demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan
oleh para ahli.
2). Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi
adalah kecenderungan untuk menunjukkkan respons tertentu dalam situasi
tertentu.Bila “Stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan
“Disposisi” berada dalam diri seseorang.
3). Hubungan antara diri indiviidu dan disposisi atau
tingkah laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yag relatif
tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.
4). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat
tertentu.
5). Hubungan Imanen antara dua variabel.
6).
Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)
No comments:
Post a Comment