NAMA : ENDANG
PRATIWI RAUSY
NPM : 117 630
121
TUGAS 4 :
STATISTIK/PROBABILITAS
PENYIMPANGAN DATA
Ukuran Penyebaran/penyimpangan
adalah suatu ukuran baik parameter atau statistika untuk mengetahui seberapa
besar penyimpangan data dengan nilai rata-rata hitungnya. Ukuran ini
kadang-kadang dinamakan pula ukuran variasi, yang menggambarkan bagaimana
berpencarnya data kuantitatif. Untuk mengukur tingkat penyimpangan dari suatu
nilai variabel dapat digunakan dengan tiga cara, yaitu ukuran jarak (range)
yang merupakan selisih data terbesar dengan data terkecil, simpangan rata-rata
(deviasi rata-rata) dan simpangan baku (deviasi standart).
1. RANGE
Jarak atau kisaran nilai (range) merupakan ukuran yang paling sederhana dari
ukuran penyebaran. Jarak merupakan perbedaan antara nilai terbesar dan terkecil
dalam suatu kelompok data baik data populasi atau sampel. Semakin kecil ukuran
jarak menunjukan karakter yang lebih baik, karena berarti data mendekati nilai
pusat dan kompak.
Range/jarak
= Nilai Terbesar – Nilai terkecil
Contoh
Range :
Berikut
merupakan laju inflasi dari Negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Hitung
range-nya!
|
TAHUN
|
Laju Inflasi (%)
|
||
|
Indonesia
|
Thailand
|
Malaysia
|
|
|
2002
|
10
|
2
|
2
|
|
2003
|
5
|
2
|
1
|
|
2004
|
6
|
3
|
2
|
|
2005
|
17
|
6
|
4
|
|
2006
|
6
|
3
|
3
|
Penyelesaian
:
|
Nilai
|
Indonesia
|
Thailand
|
Malaysia
|
|
Tertinggi
|
17
|
6
|
4
|
|
Terendah
|
5
|
2
|
1
|
|
Jarak
|
17-5=12
|
6-2=4
|
4-1=3
|
2. SIMPANGAN RATA-RATA (MEAN DEVIATION)
Deviasi rata-rata adalah rata-rata hitung dari nilai mutlak deviasi antara
nilai data pengamatan dnegan rata-rata hitungnya.
Bentuk
rumus deviasi rata-rata ini biasa disingkat dengan MD (mean deviation)
atau AD (average deviation), rumus rumus tersebut dapat kita lihat dibawah ini:
Populasi MD = Σ I Xi - µ I / N
Keterangan
Xi :
Nilai pengamatan
µ :
Rata-rata populasi. Untuk sampel digunakan x
N :
Jumlah data. Untuk sampel digunakan notasi n
Σ :
Lambang penjumlahan
Ⅱ :
Lambang nilai mutlak
Untuk
rumus sampel digunakan X sebagai pengganti µ sebagai berikut
Contoh
:
Dari contoh soal yang pertama kita dapat lanjutkan dengan berikut
ini:
|
Nilai Pengamatan
|
I xi – x I
|
xi - x
|
|
5
|
-1.5
|
1.5
|
|
5
|
-1.5
|
1.5
|
|
6
|
-0.5
|
0.5
|
|
7
|
-0.5
|
0.5
|
|
8
|
1.5
|
1.5
|
|
8
|
1.5
|
1.5
|
|
total
|
|
7
|
·
Untuk
mendapatkan nilai | xi – x |, kita bisa jumlahkan nilai pengamatan dan di bagi
dengan jumlah yang diteliti.
·
Untuk
soal yg diatas berarti: 39 / 6 = 6.5. Karena contoh di atas menggunakan data
sampel, sehingga rumus yang digunakan juga menggunakan notasi sampel.
MD = 7 / 6 = 1.17.
MD = 7 / 6 = 1.17.
3. VARIANS
Varians dan standar deviasi adalah
sebuah ukuran penyebaran yang menunjukan standar penyimpangan atau deviasi data
terhadap nilai rata-ratanya.
Varians adalah rata-rata hitung
deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitungnya. Varians dapat
dibedakan antara varians populasi dan varians sampel. Varians populasi (σ
dibaca tho) adalah deviasi kuadrat dari setiap data terhadap rata-rata hitung
semua data dalam populasi. Varians sampel adalah deviasi kuadrat dari setiap
data rata-rata hitung terhadap semua data dalam sampel dimana sampel adalah
bagian dari populasi.
Keterangan :
S : Standar devisi sampel
µ : Rata-rata populasi
X : Rata-rata sampel
N : Jumlah data populasi
Varians memiliki kelemahan dimana nilai varians dalam bentuk kuadrad, seperti
tahun kuadrat dalam hal tertentu lebih suit menginterpretasikannya dibandingkan
dengan ukuran range yang merupakan selisih nilai tertinggi dan nilai terendah
atau deviasi rata-rata yang merupakan rata-rata hitung selisih data dari
rata-rata hitungnya. Oleh sebab itu, untuk memperoleh satuian yang sama dengan
satuan data awal, maka dilakukan dengan mencari akar kuadrad dari varians
populasi. Akar kuadrad dari varians populasi disebut standar deviasi.
Standar Deviasi
Standar deviasi disebut juga simpangan baku. Seperti
halnya varians, standar deviasi juga merupakan suatu ukuran dispersi atau
variasi. Standar deviasi merupakan ukuran dispersi yang paling banyak
dipakai. Hal ini mungkin karena standar deviasi mempunyai satuan ukuran
yang sama dengan satuan ukuran data asalnya. Misalnya, bila satuan data
asalnya adalah cm, maka satuan standar deviasinya juga cm. Sebaliknya,
varians memiliki satuan kuadrat dari data asalnya (misalnya cm2). Simbol standar deviasi untuk populasi
adalah σ (baca: sigma) dan untuk sampel adalah s.
Standar
Deviasi Untuk Populasi
Standar Devisi : σ =√∑(x-µ)2/N
Standar
Deviasi Untuk Sampel
Contoh
data tunggal
|
NILAI
PENGAMATAN
|
I
xi-x I
|
(
xi-x )2
|
|
5
|
1.5
|
2.25
|
|
5
|
1.5
|
2.25
|
|
6
|
0.5
|
0.25
|
|
7
|
0.5
|
0.25
|
|
8
|
1.5
|
2.25
|
|
8
|
1.5
|
2.25
|
|
TOTAL
|
|
9.5
|
Untuk
mendapatkan nilai variansi dan standar deviasi dari contoh di atas dapat kita
lihat pada penjelasan berikut ini:
·
Dari
contoh tersebut diatas sudah jelas dari mana kita mendapatkan (xi – x)2
tersebut.
·
Variansi
yang akan kita pakai disini juga variansi sampel, karena data yang kita gunakan
adalalah data sampel. Dari rumus diatas sudah jelas bagai mana kita dapat
mendapatkan nilai tersebut.
·
Jadi,
Variansi: Sampel (s2) = 9.5 / 5 = 1.9. Varian sampel yang kita dapat yaitu:
1.9. dan Standar Deviasi (S) = √1.9 = 1.38.
Varians dan Standar Deviasi data Kelompok
Rumus
varians dan standar deviasi untuk data kelompok adalah sebagai berikut
Akar dari varians di dapat standar deviasi, S= √S2
Contoh
dari Varians dan Standar Deviasi untuk data berkelompok
Berikut
merupakan nilai statistik dari 50 mahasiswa.
|
Bonus
|
Fi
|
mi
|
Fimi
|
M2i
|
Fim2i
|
|
30-39
|
3
|
34.5
|
103.5
|
1190.25
|
3570.75
|
|
40-49
|
5
|
44.5
|
222.5
|
1980.25
|
9901.25
|
|
50-59
|
8
|
54.5
|
436.0
|
2970.25
|
23762.00
|
|
60-69
|
14
|
64.5
|
903.0
|
4160.25
|
58243.50
|
|
70-79
|
10
|
74.5
|
745.0
|
5550.25
|
55502.50
|
|
80-89
|
7
|
84.5
|
591.5
|
7140.25
|
49981.75
|
|
90-99
|
3
|
94.5
|
283.5
|
8930.25
|
26790.75
|
|
jumlah
|
50
|
-
|
3285.0
|
178067.50
|
227750.50
|
S2 = 1/49 (227752.50-
(3285)2/50) =243.43
Kegunaan deviasi rata-rata dan deviasi standar
Baik
deviasi rata-rata maupun deviasi standar keduanya berguna sebagai ukuran untuk
mengetahui variabilitas data dan untuk mengetahui homogenitas data.
Daftar
Pustaka
Husada, D. (2011, November). Cara
Perhitungan Nilai Penyebaran dan Interpretasinya. Retrieved Oktober
6, 2013, from Biostatistik-Dian Husada: http://biostatistik-dianhusada.blogspot.com/
Suharyadi, & Purwanto S. K. (2007). Statistika: Untuk
Ekonomi dan Keuangan Modern, Edisi 2. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Sumiati, M. (2013, Agustus 20). Ukuran Penyebaran pada Statistik. Retrieved Oktober 6,
2013, from UTHK-Mandiri: http://www.uthk-mandiri.com




No comments:
Post a Comment