NPM :
17 630 112
TUGAS 02 :
STATISTIK/PROBABILITAS
BESAR
SAMPEL DAN SUMBER DATA
1.
Besar Sampel
Ukuran sampel (sample size)
adalah banyaknya individu, subyek atau elemen dari populasi yang diambil
sebagai sampel. Jika ukuran sampel yang di ambil
terlalu besar atau terlalu kecil maka akan menjadi masalah dalam penelitian itu.
Menentukan ukuran sampel penelitian merupakan bagian
terpenting yang harus dilakukan oleh setiap peneliti yang menggunakan metode survey.
Sampel merupakan cerminan atau gambaran populasi sehingga apabila salah
mengambil sampel atau ukuran sampel tidak memenuhi syarat maka pendugaan parameter
populsi dianggap tidak valid sehingga dapat berdampak pada kesalahan
mendeskripsikan dan menginterpretasikan gambaaran dan karakter populasi.
Menentukan ukuran sampel penelitian tidak semudah yang
dibayangkan pengambilan sampel tidak dapat digenerasilir berdasarkan ukuran
populasi satu dan populasi lainnya. Terdapat banayk sekali factor yang
menentukan ukuran suatu sampel penelitian. Misalnya homogenetas elemaen
populasi dan motode analisa yang akan digunakan adalah factor sangat menentukan
ukuran sampel penelitigan yang diambil
Untuk itu kita perlu melakuakan reset mengenai ukuran sampel
yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Karena tidak
memungkinkanuntuk melakukan riset. Sehingga diharapkan para peneliti untuk
melakukan tinjauan pustaka atau mencari literatur-literatu valid dari
penelitian-penelitan sebelumnya.
1.
Ukuran sampel dengan teori slovin (1960)
Salah satu literature yang paling banyak digunakan adalah
penentuan ukuran sampel menggunkan rumus slovin yaitu :
n=N1+Ne2
Keterangan
: n = Besar sampel yang
N =
ukuran populasi atau jumlah eleman dalam populasi
e =
nilai presisi atau tingkat signifikansi yang ditentukan. Umumnya dalam
penelitian tingkat singnifikasnsi ditentukan sebagai 95% atau 0.05.
contoh :
Misalkan satu populasi si berukuran Rp. 1.000
eleman/anggota. Akan dilakuka survey dengan mengambil beberapa sampelm
menggunkan rumus slovin. Mata perhitungan sederhana dalam menentukan jumlah
sampel beberapa sampel adalah sebagai berikut :
Diketahui :
N = 1.000
orang
e = dengan
tingkat signifikansi sebesar 95% atau 0,05
Maka :
n =
1.0001+1000 X0.052 = 285,
n = 286
karena
sampel kita harus berupa angka bulat dan orang, maka kita lakukan pembulataan
mengikuti aturan pembulatan standar yaitu, apabila ≥ 0,5 maka kita bulatkan ke
atas dan sebaliknya
2. Ukuran Sampel Penelitian menurut Gay, LR dan Diehl, Pl
(1992)
Hasil penelitian
dari Gay, LR dan Diehl PL(1992). Dengan judul penelitian “ Research Methods for
Business and Management disebutkan bahwa ukuran sampel penelitian haruslah
sebesar-besarnya. Asumsi yang disampaikan oleh Gay dan Diehl didasarkan pada
semakin besar sampel yang diambil maka semakin merepresentasikan bentuk dan
karakter populasi serta lebih dapat untuk digeneralisir. Meskipun demikian,
ukuran pasti sampel yang akan diambil sangat bergantung padajenis penelitian
yang sedang digarap.
Berikut beberapa
kondisi yang perlu diperhatikan :
1.
Apabila penelitan yang sedang dikerjakan merupakan
penelitan deskriptif. Maka ukuran sampel sekurang-kurangnya adalah sebesar 10 %
dari total elemen populasi
2.
Apabila penelitian yang dikerjakan merupkan penelitian
bersifat korelasi atau berhubungan, maka ukuran sampel sekurang-kurangnya
adalah sebagai 30 subjek (unit sampel)
3.
Apabila penelitian yang dikerjakan merupkan penelitian
bersifat peerbangan, maka ukuran sampel penelitian yang direkomendasikan adalah
sebesar 30 subjek
4.
Apabila penelitian yang dikerjakan merupkan
eksperimental berkelompokan, mka ukuran sampel yang direkomendasikan adalah
sebesar 15 sampel perkelompok
3. Ukuran Sampel Penelitian Menurut WIRANTA SUJARWENI (2008)
Dalam tulisan Wiratna Sujarweni
(2008) tentang “Belajar mudah SPSS untuk skripsi, tesis, desertasi & umum”
memang tidak ada jumlah atau nilai tertentu yang syaratkan. Sujarweni
berbendapat bahwa jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili populasi adalah
keseluruhan anggota populasi itu sendiri.
Menurut saya pendapat ini
memberi kita pemahaman yang lebih dalam bahwa hampir tidak mungkin untuk
mendapatkan gambaran 100% populasi dari data sampel. Untuk itu dibutuhkan
kehati-hatian dalam memilih metode sampling, menentukan jumlah sampel, dan
perlunya memperhitungkan tingkat kesalahan.
Sujarweni juga menambahkan jika
ukuran suatu populasi sangat besar maka penelitiannya dapat dilakukan dengan
survei sampel. Penentuan ukuran sampel boleh menggunakan rumus slovin.
4. UKURAN SAMPEL PENELITIAN MENURUT JACOB COHEN (DALAM
SUHARSIMI ARIKUNTO, 2010:179)
Formula
sampel Jacob Cohen
N=LF²+u+1
Dimana :
N = Ukuran sampel
F² = Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u= 0
5. UKURAN SAMPEL PENELITIAN BERDASARKAN PROPORSI (TABEL ISAAC
DAN MICHAEL)
Menentukan ukuran sampel
penelitian menggunakan tabel Isaac dan Michael sedikit lebih mudah, dimana
sudah ditentukan tingkat kesalahan untuk 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel
ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan
jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.
6. MENENTUKAN UKURAN SAMPEL DENGAN FORMULA COCHRAN, W.
G. (1977)
Cochran, W. G. (1977), dalam
bukunya berjudul “Sampling techniques”
edisi ke 3 menjelaskan suatu formula sampling yang dapat anda jadikan
referensi. Cochran membagi 2 teknik menentukan sampel berdasarkan data populasi
yang bersifat kontinu dan bersifat kategori.
FORMULA COCHRAN UNTUK DATA KATEGORI
n=z2(p)(q)e2
dimana:
n = ukuran sampel yang akan
kita cari
z = nilai tabel z ( tabel
distribusi normal) pada tingkat kepercayaan tertentu. Lihat tabel z disini
p = proporsi kategori dari
total seluruh kategori. Nilainya berupa nilai desimal antara 0-1, misal 0.5,
0.2, dst.
q = proporsi kategori lain
selain p yang juga dituliskan sebagai (1-p)
e = margin error
Contoh :
Sebagai contoh, katakan kita
ingin mengevaluasi program penyuluhan yang mengajak petani untuk menggunakan
metode baru. Anggaplah populasinya besar tetapi kita tidak tahu persentase dari
penerimaan metode baru tersebut. Oleh karena itu, kita berasumsi tingkat
penerimaannya 50:50 atau p = 0,5. Selanjutnya kita pilih α = 0,05 dan
keakuratan 5% . Jumlah sampel yang diperlukan adalah sebagai berikut:
n=z2pqe2=(1,96)2(0,5)(0,5)(0,05)2=385 petani.
*(sumber contoh bisa dilihat
di: hattastat)
FORMULA COCHRAN UNTUK DATA KONTINYU
n=z2s2e2
dimana,
n = ukuran sampel yang akan dicari
z = nilai z berdasarkan pada alpha tertentu, lihat tabel z
s = standard deviasi dari populasi, dan
e = margin error
7. MENENTUKAN UKURAN SAMPEL PENELITIAN DENGAN FORMULA
LEMESHOW UNTUK POPULASI TIDAK DIKETAHUI
Formula Limeshow ini memang
mirip dengan formula penentuan sampel kategori Cochran.
n=z2P(1−P)d2
dimana
n = jumlah sampel yang dicari
z = nilai tabel normal
dengan alpha tertentu
p = fokus kasus
d = alpha (0.05) atau 5% dari
tingkat kepercayaan 95% yang umum digunakan dalam penelitian-penelitian.
Demikian beberapa referensi
ukuran sampel penelitian menurut para ahli, Semoga dapat menambah pemahaman dan
pengetahuan. Silahkan dipilih dan sesuaikan menurut penelitian yang sedang anda
gunakan
1.
Definisi Data
Data
adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan
adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf,
angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan
sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Informasi merupakan hasil
pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan
bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk
menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap
sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi
penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun
pemrosesan data.
Data bisa merupakan jam
kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah
menjadi informasi. Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan
nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran
penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan
rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan
informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data
yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan
membuka segala sesuatu yang belum diketahui.
B. Jenis Data
Jenis-jenis data dapat dibagi berdasarkan sifatnya,
sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya. Menurut sifatnya,
jenis-jenis data yaitu:
·
Data Kualitatif: data
kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner
Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau
gaya kepemimpinan, dll.
·
Data Kuantitatif: data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya:
harga saham, besarnya pendapatan, dll.
Jenis-jenis
data menurut sumbernya, antara lain:
·
Data Internal: data
intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan
organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah
modalnya, atau jumlah produksinya, dll.
·
Data Eksternal: data
eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan
faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya:
daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
Jenis-jenis
data menurut cara memperolehnya, antara lain:
·
Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh
perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk
kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.
·
Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah
data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau
yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung
berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.
Jenis-jenis data menurut waktu pengumpulannya,
antara lain:
·
Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a
point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut.
Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner.
·
Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk
melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya,
perkembangan uang beredar, harga 9 macam bahan pokok penduduk.
C. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan
faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana
cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data
diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data
diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang
dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat
diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes,
dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang
digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen
dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman
wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa
digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada
orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data
melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar
di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan
angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip
penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor
antara lain :
·
Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan
ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
·
Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan
kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh
istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa
Inggris, dsb.
·
Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau
terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan
jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban
yang disediakan.
2. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data
yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun
juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,
kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari
perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden
yang tidak terlalu besar.
Participant
Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat
dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi
mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala
sekolah, hubungan antar guru, dsb.
Non participant
Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non
Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung
dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga,
seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat
berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan
memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar
tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara
lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
3. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data
maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya
dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara
pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat
diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak
terstruktur.
1.
Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui
dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar
pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan
alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu
kelancaran wawancara.
2.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu
peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan
diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin
digali dari responden.
D. Variabel dalam Penelitian
Istilah
variabel dapat diartikan bermacam – macam. Dalam tulisan ini variable diartikan
sebagai segala sesuatu yang
akan menjadi objek pengamatan penelitian. Sering pula
dinyatakan variabeL penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan dalam
peristiwa atau gejala yang akan diteliti.
Kalau ada pertanyaan tentang apa yang akan di teliti,
maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian. Jadi variabel
penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Secara teoritis
variabel dapat didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang
mempunyai “Variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan
objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981).
Dinamakan variabel karena ada variasinya.
Menurut Y.W
Best yang disebut variabel penelitian adalah kondisi-kondisi atau
serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti dimanupulasikan, dikontrol atau
dioservasi dalam suatu penelitian. Sedang Direktorat Pendidikan Tinggii
Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala
sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Dari kedua pengerian
tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi
faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang kan diteliti.
Apa yang
merupakan variabel dalam sesuatu penelitian ditentikan oleh landasan
teoritisnya, dan ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Karena itu apabila
landasan teoritisnya berbeda, variabel-variebel penelitiannya juga akan
berbeda. Jumlah variabel yang dijadikan objek pengamatan akan ditentukan oleh
sofistikasi rancangan penelitiannya. Makin sederhana sesuatu rancangan
penelitian, akan melibatkan variabel-variabel yang makin sedikit jumlahnya, dan
sebaliknya.
Berkaitan
dengan proses kuantifikasi data biasa digolongkan menjadi 4 jenis yaitu:
1.
Variabel Nominal, yaitu variabel yang ditetapkan
berdasar atas proses penggolongan; variabel ini bersifat diskret dan saling
pilah (mutually exclusive)
antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis kelamin, status
perkawinan, jenis pekerjaan
2.
Variabel Ordinal, yaitu variabel yang disusun
berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu. Jenjang tertinggi biasa diberi
angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu di bawahnya di beri angka 3
dan seterusnya. (ranking)
3.
Variabel Interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari
pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasaumsikan terdapat satuan (unit)
pengukuran yang sama. Contoh: variabel interval misalnya prestasi belajar,
sikap terhadap sesuatu program dinyatakan dalam skor, penghasilan dan sebagainya.
4.
Variabel ratio, adalah variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai
nol mutlak. (Drs. Sumadi
Suryabrata .Metologi Penelitian. Hal. 26-27)
Menurut
Fungsinya variabel dapat dibedakan :
a). Variabel Tergantung (Dependent Variabel)
Yaitu kondisi
atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian mengintroduksi,
pengubah atau mengganti variabel bebas.
Menurut
fungsinya variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain, karenanya juga sering
disebut variabel yang dipengaruhi atau variabel terpengaruhi.
Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, Kriteria,
Konsekuen. Atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Variabel
terikat. Dalam SEM (Structural
Equation Modeling) variabel dependen disebut variabel
Indogen.*
b). Variabel Bebas ( Independent Variabel)
Adalah
kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang oleh peneliti
dimanipulasi dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena
yang diobservasi.
Karena fungsi
ini sering disebut variabel pengaruh, sebab berfungsi mempengaruhi variabel
lain, jadi secara bebas berpengaruh terhadap variabel lain.
Variabel ini juga sering disebut sebgai variabel Stimulus, Prediktor,
antecendent. Dalam SEM(Structural
Equation Modeling) variabel independen disebut variabel
eksogen.
c). Variabel
Intervening
Variabel
intervenig adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara
variabel independen dengan Variabel dependen menjadi hubungan yang tidak
langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel
penyela/antara yang terletak di antara variabel independen dan dependen,
sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau
timbulnya variabel dependen.
Variabel
Intervening juga merupakan variabel yang berfungsi menghubungkan variabel satu
dengan variabel yang lain. Hubungan itu dapat menyangkut sebab akibat atau
hubungan pengaruh dan terpengaruh.
d). Variabel
Moderator
Dalam
mengidentifikasi variabel moderator dimaksud adalah variabel yang karena
fungsinya ikut mempengaruhi variabel tergantung serta meperjelas hubungan bebas
dengan variabel tergantung.
e). Variabel
kendali
Yaitu yang
membatasi (sebagai kendali) atau mewarnai variabel mederator. Variabel ini
berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama berkaitan dengan
variabel moderator jadi juga seperti variabel moderator dan bebas
ia juga ikut berpengaruh terhadap variabel tergantung
f). Variabel
Rambang
Berlainan dengan variabel bebas, yaitu fungsinya sangat
diperhatikan dalam penelitian. Variabel rambang yaitu variabel yang fungsinya
dapat diabaikan atau pengaruhnya hampir tidak diperhatikan terhadap variabel
bebas maupun tergantung. (Drs.Colid Narbuko,Drs.H
Abu Achmadi.2004.Metode Penelitian.
Jakarta:Bumi Aksara Hal.119-120)
Sesungguhnya
yang dikemukakan di dalam inti penelitian ilmiah adalah mencari hubungan
antara berbagai variabel. Hubungan yang paling dasar adalah hubungan antara dua
variabel bebas dan variabel terikat ( Independent variabel dengan dengan
dependent variabel).
a. Hubungan Simetris
Variabel-variabel
dikatakan mempunyai hubungan simetris apabila variabel yang satu tidak
disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya. Terdapat 4 kelompok hubungan
simetris :
1). Kedua
variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama.
2). Kedua
variabel merupakan akibat daru suatu faktor yang sama.
3). Kedua
variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana yang satu berada yang
lainnya pun pasti disana.
4). Hubungan
yang bersifat kebetulan semata-mata.
b. Hubungan Timbal
Balik
Hubungan timbal
balik adalah hubungan di mana suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat
dari variabel lainnya. Perlu diketahui bahwa hubungan timbal balik bukanlah
hubungan, dimana tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan
variabel yang menjadi akibat.
c. Hubungan Asimetris
(tidak simetri)
Satu variabel
atau lebih mempengaruhi variabel yang lainnya. Ada enam tipe hubungan tidak
simetris, yakni :
1). Hubungan
antara stimulus dan respons. Hubungan yang demikian itulah merupakan salah satu
hubungan kausal yang lazim dipergunakan oleh para ahli.
2). Hubungan
antara disposisi dan respons. Disposisi adalah kecenderungan untuk menunjukkkan
respons tertentu dalam situasi tertentu. Bila “Stimulus” datangnya pengaruh
dari luar dirinya, sedangkan “Disposisi” berada dalam diri seseorang.
3). Hubungan
antara diri indiviidu dan disposisi atau tingkah laku. Artinya ciri di
sini adalah sifat individu yag relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi
lingkungan.
4). Hubungan
antara prekondisi yang perlu dengan akibat tertentu.
5). Hubungan
Imanen antara dua variabel.
6). Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)
No comments:
Post a Comment